Anggun Cipta Sasmi

Friday, February 21, 2014

Tidak Harus Tinggal di Amerika Agar Bisa Rilis Album di Amerika

Cosmopolitan Indonesia


Sebagai artis Indonesia yang sudah go internasional, Anggun sering ditanya kenapa tidak sekalian saja tinggal di Amerika agar bisa lebih fokus menembus industri musik Amerika.

“Dari dulu aku memang tidak pernah punya keinginan berkarir di Amerika. Bahkan saat memutuskan untuk go internasional, aku memilih Eropa. Makanya awalnya aku menetap di Inggris. Memang sih Amerika itu negara yang besar, tetapi itu kan hanya satu negara". 

"Kalau di Eropa, ada beberapa negara yang tetanggaan masih dalam satu wilayah. Aku lebih memilih menembus industri musik beberapa negara yang mungkin tidak sebesar Amerika daripada harus ngotot nembus satu negara saja yaitu Amerika”

Tetapi bukankah dengan menembus Amerika, maka akan lebih gampang dikenal di seluruh dunia? Anggun menyetujui hal tersebut, tetapi Anggun tetap pada pendiriannya.

“Banyak artis Amerika yang tidak begitu terkenal di Eropa, contohnya Sarah Mc.Lahlan. Demikian juga sebaliknya, banyak artis Eropa yang tidak terkenal di Amerika, contohnya Robby Williams. Dan mereka santai-santai aja, buat mereka itu bukan big deal”

Meskipun begitu, toh Anggun bukannya tidak pernah mencoba menembus industri musik Amerika tanpa harus tinggal di Amerika.

"Dulu album pertamaku Snow On The Sahara rilis di seluruh Amerika, padahal itu album yang aku kerjain bareng komposer dan produser Prancis di Paris. Sama sekali tidak ada campur tangan komposer atau produser Amerika di album itu. Bahkan sempat masuk chart2 musik penting di Amerika juga, seperti Billboard. Itu sudah salah satu bukti buatku pribadi bahwa aku tidak harus tinggal di Amerika lalu bekerja sama dengan produser & komposer Amerika untuk bisa menembus Amerika”.

Dan sepertinya pendapat Anggun memang benar. Beberapa tahun belakangan ini beberapa musisi dari luar Amerika yang tidak tinggal di Amerika juga berhasil mengharu biru Amerika. Beberapa diantaranya adalah Adele, Ed Sheeran, Daft Punk dan Lorde.

Wednesday, February 19, 2014

Anggun Menanggapi Komentar Negatif

Anggun menyadari bahwa dalam setiap menghasilkan karya, dia tidak bisa membuat karya yang bisa memuaskan semua pihak.

“Selera orang itu kan berbeda-beda dan kadang subyektif sekali, jadi sangat tidak mungkin untuk membuat karya yang sesuai keinginan semua orang. Pada akhirnya, saya memutuskan hanya akan fokus dalam mengerjakan sesuatu yang hasilnya bisa saya banggakan”

Bagaimana tanggapan Anggun dengan reaksi-reaksi negatif dari orang-orang yang umum disebut dengan istilah hater?

“Aku kadang nggak habis pikir kenapa ada orang yang bisa membenci seseorang untuk alasan yang tidak jelas. Kebanyakan yang suka mengkritik aku itu adalah orang-orang yang masih saja mempermasalahkan kewarganegaraanku. Katanya aku sudah tidak nasionalis, sudah tidak cinta Indonesia lagi.  Ya ampun, hari gini yang sudah zaman globalisasi masih mempersoalkan hal-hal yang seperti itu? Kan sudah nggak logis banget”

Anggun mengaku sudah bosan dengan segala macam penghakiman dan pertanyaan yang bersifat menyudutkannya perihal keputusan yang berhubungan dengan profesionalismenya sebagai seniman lintas negara itu.

“Aku tau di Indonesia banyak kritik negatif tentang aku. Tetapi dari dulu aku selalu mengambil sikap bahwa jika aku terpengaruh dengan komentar negatif, aku tidak akan pernah maju. Aku terbuka dengan kritik, tetapi kritik yang seperti apa dulu? Kritiknya berguna nggak untuk perkembangan karirku atau cuma sekedar nggak suka melihat apa yang aku raih sejauh ini?”

Bagaimana dengan fenomena masyarakat dan pers yang suka membanding-bandingkan artis yang satu dengan yang lain.

“Saya kan sudah bilang, selera musik itu personal. Artis-artis itu seharusnya tidak diadu dan dibanding-bandingkan karena masing-masing punya pasar dan audiens yang berbeda. Kalau kamu suka, ya apresiasi. Kalau kamu nggak suka, cari artis lain yang sesuai seleramu. Jangan menjadi seperti anak-anak yang membandingkan bapaknya masing-masing. Anak yang satu bilang ‘Bapakku lebih jago’, trus anak yang lain ngotot ‘Nggak ah, bapakku lebih gede’. Itu kan konyol sekali”

Jadi apa pesan Anggun untuk para haters?

“Carilah seseorang atau beberapa orang yang bisa menyayangi dan membahagiakan kamu. Karena ketika kamu menyadari bahwa ada orang yang menyayangimu dan kamu bahagia dengan hidup kamu, maka kamu nggak akan punya waktu untuk membenci orang lain”.

Monday, February 17, 2014

Anggun Juri Indonesia's Got Talents

Simon Cowell & Anggun di London


Setelah sebelumnya sukses menjadi juri X Factor Indonesia, kini Anggun kembali dipercaya untuk menjadi juri acara yang masih merupakan hasil besutan Simon Cowell yaitu Indonesia’s Got Talents.

“Aku bangga dipercaya menjadi juri Indonesia’s Got Talent”, begitu bunyi tweet Anggun lewat akun Twitter-nya sekedar mengkonfirmasi partisipasinya dalam acara tersebut. Selain Anggun, akan ada juga Ari Lasso, Indy Barends dan Jay Subijakto yang akan duduk di meja panel juri.

Jika sebelumnya beredar rumor bahwa untuk menjadi juri X Factor Indonesia, Anggun direkomendasikan sendiri oleh Simon Cowell, sepertinya rumor tersebut benar adanya. Pasalnya, setelah mengkonfirmasi keterlibatannya dalam acara Indonesia’s Got Talents, Anggun langsung terbang ke London untuk bertemu langsung dengan Simon Cowell.

Entah apa yang dibicarakan oleh Anggun dengan Simon dalam pertemuan tersebut, yang jelas Anggun diundang hadir ke studio untuk menyaksikan syuting acara Britain’s Got Talents dan melihat langsung bagaimana Simon Cowell menjadi juri untuk acara tersebut.

Selain pernah menjadi juri X Factor Indonesia, Anggun juga pernah menjadi juri untuk Miss France di Prancis. Namun pengalaman itu tidak membuat Anggun berhenti untuk belajar, apalagi belajar langsung dari sang penggagas acara dan juga juri berbagai acara talents scout kaliber dunia yang sudah diakui reputasinya.  

Anggun Berubah Seiring Waktu



Siapa yang menyangka salju bisa turun di gurun Sahara? Ternyata memang salju pernah turun di gurun Sahara pada tahun 1979. Siapa yang menyangka Anggun Cipta Sasmi, gadis tomboy yang sewaktu remaja lebih suka disangka laki-laki daripada perempuan akhirnya berubah menjadi perempuan feminin.

“Dulu aku pakai baret, selain sebagai ciri khas, juga supaya aku kelihatan seperti laki-laki. Aku juga sering pecicilan di panggung karena ingin seperti Hari Mukti atau Freddy Mercury”, kenang Anggun geli.

Lalu apa gerangan yang akhirnya bisa mengubah sosok Anggun menjadi perempuan yang feminin seperti sekarang?

“Namanya manusia kan pasti berubah. Aku berubah seiring waktu, termasuk dalam pemikiran, selera musik dan penampilan. Dulu aku hanya dengerin musik metal, bahkan pengen bikin album metal. Namanya juga masih remaja, masih merasa yang paling kece sedunia”

Anggun mengaku berubah feminin sejak mulai berusia 18 tahun. Anggun tidak lagi hanya berkutat dengan musik-musik berisik, tetapi sudah mulai mendengarkan Jazz dan World Music. Mulai mengagumi Mile Davis dan Shila Candra selain Metallica dan Purgatory. Dalam soal penampilan, Anggun juga mulai berbenah. Rambutnya dibiarkan panjang dan lurus tergerai rapi.

“Padahal sebelumnya rambutku nggak jelas bentuknya. Rambut keriting, lalu poni lurus atau sebaliknya rambut lurus, poni yang keriting. Lalu aku mulai belajar dandan, biar bisa dandan sendiri. Karena kalau orang lain yang dandanin, suka ketebalan. Aku kurang suka”

Bagaimana Anggun melihat perubahan penampilan dirinya yang dulu dan yang sekarang?

“Kadang kalau aku lihat dokumentasi foto-foto zaman dulu, aku kadang ngeri sendiri. ‘Ihhhh, ini apa’an sih bajunya begitu, rambutnya begitu’. Tetapi buat aku itu bagian dari proses, dan memang seperti itu gaya yang aku mau dulu. Sekarang aku sudah menjadi perempuan beneran, perempuan yang bisa dandan dan senang beli sepatu dan baju”

Lho, memangnya dulu bukan perempuan beneran?

“Dari dulu aku sudah perempuan, tetapi perempuan yang belum jadi. Hahahaha!”